Senin, 26 Januari 2015

Mama Mengajariku....

Mama mengajariku untuk berkelana.
Pergi sejauh-jauhnya dalam mencari makna.
Terbata mengeja setiap genap ganjil dunia.
Mengamati tingkah polah orang-orang asing yang kutemui.
Tentang cerita luar biasa yang terdapat di dalam mereka.
Tentang seorang perempuan tua yang suatu sore membelah senja menuju anaknya.
Tentang bapak tua yang tergopoh membawa beban di pundak.
Tentang sepasang muda yang saling mendekap lalu merentangkan pelukan.
Tentang yang pergi dan kembali.
Juga tentang sepi dan kehilangan tanpa salam perpisahan.

Mama mengajariku untuk selalu kuat melawan onak.
Seperih pedih apapun luka, pada akhirnya akan menjadi masa lalu juga.
Seperti sebuah kisah menarik yang kutemui dari seorang bapak tua pengayuh becak.
Tentang senyumnya yang tetap sumringah, meski kakinya berdarah-darah.
 'Demi anak dan ibunya, semua tak ada apa-apanya,' katanya.

Mama mengajariku untuk selalu pulang.
Sejauh-jauh kaki melangkah, tempat ternyaman untuk kembali adalah rumah.
Untuk merebahkan kepala sambil menceritakan kisah-kisah hebat yang sudah kudapatkan.
Menikmati sisa usia dengan kedewasaan pikir dan kerendahan hati.
Menjadi seorang sederhana yang mengenal siapa dirinya.

Kakak kangen, Ma. 



Pengalaman Seleksi Beasiswa Astra 1st (PT Astra International Tbk)

Hi kalian semua! Gue akan berusaha untuk ceritain pengalaman gue tes beasiswa Astra 1st. Gue buat ini karna dulunya juga gue terbantu sama r...