Kamis, 30 Januari 2020

Pengalaman Seleksi Beasiswa Astra 1st (PT Astra International Tbk)

Hi kalian semua! Gue akan berusaha untuk ceritain pengalaman gue tes beasiswa Astra 1st. Gue buat ini karna dulunya juga gue terbantu sama review-review yang ada di google tentang pengalaman orang lain yang membuat gue lebih prepare untuk menghadapi rangkaian tes nya. Jadi semoga dengan tulisan ini ada orang lain yang bisa terbantu selayaknya saya dulu :)

Sebelumnya sedikit insight tentang beasiswa Astra 1st itu sendiri adalah beasiswa yang ditawarkan PT Astra International Tbk bagi mahasiswa S1. Beasiswa Astra 1st tidak saja memberikan dukungan dana pendidikan, tapi juga pengembangan berupa pelatihan sekaligus bimbingan langsung ke mahasiswa bersangkutan untuk menghadapi dunia kerja. Selain itu, penerima beasiswa Astra 1st berkesempatan memperluas jaringan mereka dengan para profesional Astra dan mahasiswa berprestasi dari universitas terkemuka lainnya.

Keuntungan menjadi Astra 1st:

1. Mengeksplor bisnis Grup Astra sebagai konsultan bisnis melalui proyek nyata
2. Pengembangan diri melalui Individual Development Plan yang dibimbing langsung oleh HR PT Astra International Tbk
3. Mengikuti Astra Workshop Program sebagai pembekalan program Astra 1st
4. Bantuan dana untuk pengembangan diri


Persyaratan:
1. Mahasiswa S1 aktif (semester 2, 4, atau 6) di universitas di Pulau Jawa
2. Berasal dari semua jurusan
3. Minimum IPK 3.00 dari skala 4.00
4. Aktif berorganisasi
5. Sedang tidak menerima beasiswa dari perusahaan lain (beasiswa dari pemerintah diperbolehkan)
6. Dapat mengikuti keseluruhan program selama satu tahun (sekitar bulan Agustus - Mei)


Tahapan seleksinya yaitu:


1. Seleksi Administrasi

Untuk tahapan ini cukup isi kuesioner atau form di link yang tersedia. Pertanyaan umum seputar jurusan, ipk, organisasi dan prestasi. Hasil pengumuman nanti dikirim melalui email jadi rajin-rajin cek email sama spam ya siapa tau nyelip.

Tipsnya ya pastiin isinya bener ga ngawur, ga typo, dan ga boong juga gitu. Isi aja apa adanya.


2. Psikotest
Nah ini nih yang waktu itu bikin deg-degan plus girang pas cek ada email masuk pake domainnya astra yang ngejelasin kalo kita lolos tahap selanjutnya dan disertakan juga jadwal psikotestnya. Kebetulan karna gue dari President University jadi gue dapet psikotest nya di Head Office nya Astra International di daerah Sunter.

Pas masuk ebuset ruangannya dingin betul, jangan lupa bawa jaket tebel ya gais biar ga blank gara-gara kedinginan plus sarapan dulu biar ga masuk angin. Disini kita tes nya pake ipad gitu trs diawal harus registrasi pake foto muka kita LANGSUNG. Jadi disarankan dandan dikit lah ya biar ga buluk amat wakakak. Dan juga, diawal nanti kita bakal dikasi tau nomor urut kita, gue dulu 26C.

Jadiiii, ada beberapa jenis psikotestnya, mulai dari :

- deret angka kaya biasanya --> yang gue bener2 gabisa ngerjainnya,

- huruf yang diacak-acak terus kita disuruh pilih kata apa yang maknanya sama
contoh nya: LOMBI : TROOM itu artinya MOBIL : MOTOR jadi kita pilih jawaban yang mendekati makna nya misal PSEDAE yaitu SEPEDA gitu

- logika, yang gambar diputer-puter gitu terus ujungnya bakal jadi apa --> gue ngerjain ini dengan sangat rusuh yaitu ipad nya gue puter-puter buat cari tau polanya gimana dan ternyata ini ngebantu banget lho suer walaupun sempet rada diketawain orang sebelah gue tapi ya ini cara gue yang works

- hafalan, gatau deh ni nama psikotestnya apaan, yang pasti kita dikasi waktu menghafal statement yang ada terus nanti dia ilang terus kita dikasi soal yang sesuai sama hafalan tadi.
Misal, bunga ditepi pantai sedang duduk. Pertanyaannya, siapa yang duduk ditepi pantai? Jawabannya Bunga. Gitu.

Tipsnya nih ya selain sarapan, fokus, konsentrasi, dan bener-bener manage waktu karna setiap soal waktunya singkat banget. Ada yang cuma 7 detik, 10 detik, 15 detik, kalo detik-detik udah diujung ya pasrah aja isi yang mendekati jangan dibiarin kosong.

Cuma nunggu beberapa jam, langsung diumumin di Instagram @astracareer untuk siapa aja yang lolos berdasarkan nomor yang dikasi tau diawal tadi. Jadi pastiin kalian inget yes kalo perlu dicatet!

Alhamdulillah gue lolos walau tadi yang deret bener-bener gabisa. Dari sini gue tarik kesimpulan kalo ga masalah kalo kita ada kelemahan di satu section, yang penting kita bisa cover di section yang lain. Karna memang dasarnya manusia ada titik kelemahan dan kelebihannya tersendiri, jadi yang penting nilai akhirnya mencukupi.


3. Forum Group Discussion (FGD)
Lanjut ke tahap FGD, buat yang belum tau FGD itu forum diskusi kecil yang isinya cuma 6-7 orang. Dulu gue sama anak dari UI, Binus, sama Untar. Kicep lah ya gue anak dari pedalaman cikarang ini melawan mereka tapi yaudah do the best aja. Jadi nanti ada 1 orang moderator dan 1 orang kaya pengawas gitu cuma diem dipojokan ruangan.

Pertama, kita dikasih waktu 10 menit buat baca lembaran kertas yang berisi masalah dan beberapa solusi yang ditawarkan beserta detailnya. Habis itu kita dikasi waktu masing-masing sekitar 3 menit buat jelasin urutan solusi yang kita tawarkan. Terus moderator bakal minta kita untuk diskusiin secara kelompok tentang solusi yang kita pilih nanti bakal gimana. Kalau ga salah sih 10 menit juga waktu kita buat diskusinya. Terakhir, baru deh kita presentasiin secara singkat solusi yang kita pilih dan apa alasannya.

Tipsnya, waktu itu gue ngelakuin ini:

- diawal pas baca kertasnya ambil point penting aja dan tulis dikertas sambil urutin prioritas kita sama alasannya, waktunya singkat cuma 10 menit kalo dibaca semua bisa ga cukup.

- untuk solusi yang kita pilih, pastiin kita tau akar masalahnya dulu, dan cari solusi yang bisa langsung cover akar masalahnya dan solusi untuk preventive nya.

- 3 menit yang berharga itu harus kita gunain dengan maksimal, gue si jelasin kalo menurut gue akar masalahnya itu apa, terus solusi yang gue tawarkan dengan memilah antara solusi yang mencegah dan solusi yang mengobati. Jadi gue sebutnya ga satu-satu, tapi sekaligus. Misal:
"menurut saya akar masalah nya itu adalah..... dan solusi yang saya tawarkan ada 2 bagian yaitu untuk mengobati berupa 1...2...3... dan untuk mencegah berupa 1...2...3...4... Solusi ini bisa dilakukan secara paralel dengan cara......"
Pas banget deh tuh 3 menit gue habiskan dengan cukup baik walau suara bergetar karna nerveous abezzzz.

- aktif dalam diskusi tapi tidak dominan dan memaksakan, kalau gue ngga setuju sama pendapat orang lain, gue jelasin kenapa gue ga setuju dan sebaiknya kaya gimana. Terus, jangan lupa ini penting, biarkan semua orang bicara jadi kalo ada yang kurang aktif gue tanyain, kalo menurut kamu gimana, biar dia bisa ngomong juga. Karna posisinya dulu itu ada yang dominan banget di tim gue dan gue kasian sama 2 orang yang ga sempet mengutarakan pendapatnya.

- pastiin kalian mendapatkan solusi yang sudah disetujui dari semua tim sebelum waktu habis, jangan sampe kalian diskusi tapi ga ada hasilnya.

Dulu gue berhasil mengarahkan (tanpa memaksa) tim gue untuk membagi solusi berdasarkan pencegahan dan pengobatan seperti solusi gue di awal (cuma gue yang kasi pembagian solusi ini). 
Akhirnya tim gue setuju, dan kita bareng-bareng pilih urutan prioritasnya gimana.
Alhamdulillahnya dari tim FGD gue ini, cuma gue yang berhasil lolos. Jadi mungkin tips gue ini bisa sedikit membantu dalam FGD kalian.

4. Final Interview
Last step, interview. Disini gue diinterview sama HR dan diminta untuk persiapkan transkrip nilai dan CV. Interviewnya santai banget ditanya seputar personality dan kegiatan kampus tapi ada juga beberapa pertanyaan tak terduga kaya "kenapa nilainya cuma segini?", "kenapa ga jadi ketua organisasi", yang gitu-gitu deh. Untungnya otak gue lagi cair dan bisa dengan lancar menjawab semua pertanyaan dari interviewer dan udah gue show off tanpa keliatan show off tentang kelebihan dan kelemahan gue.

Tipsnya mungkin sesuai slogannya Astra 1st ya, "be the best of yourself". Karna gue pun gatau gimana penilaiannya yang pasti gue jawab dengan excited, yakin, dan bersemangat 45.

Dan akhirnya, 2 minggu setelah interview, ada nomor ga dikenal nelpon gue. Ga pake 021 jadi gue kira orang iseng jadi ga gue jawab. Kebetulan gue lagi UAS jadi ga liat hape lagi eh ternyata ditelpon lagi, akhirnya gue sms lah gue bilang gue abis ujian. Ternyata eng ing engggg itu orang Astra yang nelpon dan ngumumin kalo gue lolos tapi jangan bilang siapa-siapa dulu.

KYAAAAAAA disitu gue seneng banget. Perjuangan gue di kereta ka lokal cikarang - tanjung priok ampe sempet nyasar turun di stasiun arah karawang gara-gara ketiduran akhirnya terbayarkan.
Jadi buat kalian semua, semangat pantang menyerah, kasih yang terbaik. 
Insyaallah, Allah bukain jalan buat kita. Aaammmiiinnnn!





Senin, 25 November 2019

A Replacement

This time, it's not about me
It's about us.
How we keep spelling the love words
But ended up to be parted aways.

"I hold onto every single memory, because I know we won't be making anymore."

I'm writing this, as a note to my replacement.

Dear replacement,
You may know nothing about me.
Cause if he might tell you about me,
His eyes will light up and you can see how much he loves me
His mouth will keep telling you the story about me, trembeling
His face will shine out the joy of the moment he's with me

I was the girl before you,
the girl who loves him to the core of her world
I was the girl he looked at with love in his eyes.
I was the girl who held a place in his heart.
I was the one he found refuge in.
I was the one he held hands with.
I hope you never find about how we fell apart, cause it is terribly painful -for both of us.
And I hope, you two will never need to experience that pain.

Girl, you don't know how much blessed you are to have him in your life.
He is the best that could happen to anyone.
It hurts me, to let you have him.
It hurts me up to date that we were never meant to be.

Please, don't hurt him like I hurt him.
I hope you learn to love his flaws and live with it.
I hope you learn how to embrace him when everything is falling apart,
And above that all, I hope you learn that you are his future and I am his past.

It absolutely hurts that we drifted apart,
It hurts more to know that he found a replacement for me when I thought I was his first and forever love,
but I guess I was wrong.
I hope he loves you enough to keep you happy forever. And you'll do that too.

He has been through hell, he has seen the worst, he found love and lost it.
Please take care of his heart and nurture it with care.
I hope you become the last love of his life.
I hope you never have to leave him like the way I did.

Cherish every moment you with him.
Love him as if there's no tomorrow.
I know that he loves hard and deeply and he may do the impossible to keep you with him.
Please never leave him.
Be the coolness to his eyes.
I hope you never has to sleep with the guilt of breaking someone you love.
I hope that you will never see darker days alone.
I hope that you two live an eternity of happiness.

Sincerely,
Old news.


Pengulangan Aku

Semua ini akan dimulai dari kata aku,
Aku, yang selama ini punya mimpi
Aku, yang selalu ingin jadi si pemimpi
Aku, yang selama ini selalu ingin jadi yang paling berarti
Aku, yang selalu menjadi pengharapan bagi semua yang memiliki arti

Aku, semua ini tentang aku,
Aku, yang selalu mencoba untuk terus bertahan dalam kesendirian
Aku, yang selalu berpikir bagaimana bisa aku bertahan
Aku, yang selalu ingin pergi dari kesengsaraan

Aku, semua ini aku,
Aku, yang selalu haus kasih sayang
Aku, yang selalu rindu ditimang
Aku, yang selalu merintih dalam kemalangan

Aku, bisakah kau rasa jadi aku?
Aku, kau pikir aku tak bersyukur?
Aku, kau bilang aku harus melihat kearah yang jauh
Aku, kau sebut aku harus mengikhlaskan
Aku, kenapa harus aku?

Aku, sebelum mulai berceloteh tentang apa yang harus ku lakukan, baiknya kau diam
Aku, karna yang kulihat hanya diriku sendiri
Aku, semua ini tentang aku
Aku, coba mengerti sedikit menjadi aku
Aku, jangan kau bandingkan dengan yang bukan aku

Aku, semua ini aku.
Aku.
Aku.
Aku!

Hasil gambar untuk cry deeply

Pilu dalam kelambu

Dalam malam, ia mendengar semua kekacauan yang ia perbuat
Terpejam, namun alam bawah sadarnya terus berpikir
Terkulai, namun tubuhnya terus berontak
Terjatuh, namun angan terus mengingatkan untuk terus bangkit 

Lalu dia membuka mata
Melihat semua yang ada terpucat lemas
Ah, ternyata semua masih ada
Semua masih disini
Semua masih peduli
Semua masih ada
Tapi mengapa, seperti ada yang salah

Berhari mencari tau
Mengapa rasanya tidak seperti bahagia
Dan seketika dentingan musik memuncah hati
Tangis nya pun meluap

Ah, baru dia tersadar
Ia hanya rindu
Rindu semua seperti sedia kala
Rindu semua saat berkumpul bersama

Ah, ternyata dia hanya rindu keluarganya
Keluarganya? 
Ya, keluarganya
Yang dulu 
Seperti dulu
Saat mereka masih dalam satu kelambu

Gambar mungkin berisi: 5 orang, termasuk Aricsya Nurima Putri Yolandari dan Alqisyahdan, orang tersenyum

Sabtu, 12 Maret 2016

Jangan Salahkan Dirimu

Maaf.

Untuk bahagia yang menghujani dadaku setiap kali aku mampu membuatmu tertawa.
Maaf pula untuk setiap degup tak beraturan tiap kali kau mendekap hangat saat sedang berdua.
Maaf untuk setiap hal merepotkan yang aku lakukan, yang aku tak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa selain kepadamu.

Jika aku mampu menuliskan ceritaku sendiri, lalu memerintahkan hati untuk jatuh cinta kepada orang yang aku pilih sendiri, tentu saja aku tak akan memasukkan namamu dalam  hidupku.
Aku akan menulis sebuah cerita yang aku dan kau tidak pernah berjumpa.
Aku tentu akan memerintahkan hati untuk tak melihatmu sama sekali.
Menganggapmu sebagai seorang teman dan tidak menyisakan tempat di hati untuk peduli.

Aku akan menjadikan diriku sendiri sebagai tokoh utama perempuan yang mampu berjalan sendiri, mampu mencintai dirinya sendiri, dan tidak peduli pada luka-luka orang lain.
Tapi kau dan aku sama-sama tahu, aku tak mampu menulis ceritaku sendiri. Aku tak mampu memerintahkan hati untuk jatuh cinta kepada orang yang aku pilih sendiri.

Begitulah.

Kau datang, lalu sesederhana kebahagiaan yang didapat dari menghirup segelas teh hangat di waktu hujan, aku jatuh cinta kepadamu.

Bukan mauku apa lagi maumu, kan?

Dipertemukan semesta dalam keadaan sama-sama merasa kosong.
Merasa bahagia jika bersama tapi kita tahu bahwa aku dan kau tak mungkin bisa bersama-sama.
Sampai akhirnya kita terkurung dalam keadaan yang seperti ini.
Saling merasa mencintai tanpa mampu memiliki satu sama lain.
Berusaha menganggap semuanya baik-baik saja dan berharap semoga apa yang kita rasakan dapat menghilang dan kita lupa pernah sama-sama bahagia atau mungkin jatuh cinta.

Aku sendiri sering menghabiskan waktu mengingat-ingat, tentang bagaimana damai wajahmu di sisiku saat aku menatap lembut matamu, tentang hangat telapak tanganmu yang mengusap kepalaku untuk memanjakanku, tentang keyakinanmu saat menggenggam tanganku, dan tentang aku yang harus melepaskanmu.
Saat sendiri aku seringkali berdoa, “Tuhan, jika memang dia bukan orang yang tepat, jangan biarkan perasaan megah di dadaku ini kian pekat”.

Meski begitu, aku tak bisa berhenti merasa bahagia atas kehadiranmu.
Aku tak kuasa atas kegelisahanku saat kau tak membuat nada line di handphoneku berbunyi.
Aku tak mampu mengabaikan hadirmu.
Aku tak bisa berbohong bahwa aku sangat merindukanmu.
Aku tak sanggup melepas rasa yang ada dihati.

Jadi, aku hanya ingin kau mendengarkanku dan mengingat hal ini baik-baik.

Jika kelak kau merasa telah membuatku sakit karena harus membunuh perasaanku sendiri padamu, itu bukan salahmu.
Jika kelak kau berpikir bahwa lukaku karena aku bertemu dirimu, itu bukan salahmu.
Jika kelak kau merasa yakin bahwa semuanya akan lebih baik jika aku dan kau tidak pernah bertemu, percayalah sayang bahwa itu bukan salahmu.

Bukan salahmu atas jatuh cintaku.
Bukan salahmu atas perasaanku.
Jadi, jangan salahkan dirimu.

Jangan menyalahkan dirimu sendiri.
Tidak ada hal yang salah dari saling mencinta.
Dan aku mencintaimu.
Sebab kau berbeda.
 Cerita kita berbeda.

Senin, 26 Januari 2015

Mama Mengajariku....

Mama mengajariku untuk berkelana.
Pergi sejauh-jauhnya dalam mencari makna.
Terbata mengeja setiap genap ganjil dunia.
Mengamati tingkah polah orang-orang asing yang kutemui.
Tentang cerita luar biasa yang terdapat di dalam mereka.
Tentang seorang perempuan tua yang suatu sore membelah senja menuju anaknya.
Tentang bapak tua yang tergopoh membawa beban di pundak.
Tentang sepasang muda yang saling mendekap lalu merentangkan pelukan.
Tentang yang pergi dan kembali.
Juga tentang sepi dan kehilangan tanpa salam perpisahan.

Mama mengajariku untuk selalu kuat melawan onak.
Seperih pedih apapun luka, pada akhirnya akan menjadi masa lalu juga.
Seperti sebuah kisah menarik yang kutemui dari seorang bapak tua pengayuh becak.
Tentang senyumnya yang tetap sumringah, meski kakinya berdarah-darah.
 'Demi anak dan ibunya, semua tak ada apa-apanya,' katanya.

Mama mengajariku untuk selalu pulang.
Sejauh-jauh kaki melangkah, tempat ternyaman untuk kembali adalah rumah.
Untuk merebahkan kepala sambil menceritakan kisah-kisah hebat yang sudah kudapatkan.
Menikmati sisa usia dengan kedewasaan pikir dan kerendahan hati.
Menjadi seorang sederhana yang mengenal siapa dirinya.

Kakak kangen, Ma. 



Senin, 10 November 2014

Untukmu, Perempuan Terbodoh Kedua Setelah Aku

Untuk temanku, perempuan terbodoh kedua setelah aku.

Sudah sembuhkah sakit hatimu?
Sudah tenangkah hari-harimu?
Masih belum?
Kenapa? Masih belum mampu merelakan lelaki itu?
Sudahlah, dunia masih terus berjalan dengan atau tanpanya.
Tatap ke depan sayangku.
Masih banyak hal yang harus kau hadapi.
Ingatlah, tujuan hidupmu bukan untuk menderita karna cinta.
Masih ada orang tua, saudara, dan sahabat yang harus kau banggakan.

Bangkitlah sayang.

Aku sedih melihatmu menderita begini.
Tak sedihkah kau saat menatap kaca ?
Lihat, kantung mata yang menghitam karna tidur terlalu malam.
Lihat, mata yang sembab karna tangis yang tak kunjung redam.
Lihat, tubuhmu yang kini kecil, kurus, kering.

Mengutip kata-kata dari @bukanadelia :
        "Hidup hanya sekali dan jatuh cinta bisa berkali-kali, maka hiduplah sebahagianya!"

Jangan rusak hari-harimu hanya karna lelaki itu.
Lelaki yang tak sepantasnya kau tangisi.
Lelaki yang selalu mengekang batinmu.
Lelaki bodoh yang tak bersyukur dicintai oleh perempuan sepertimu.
Lepaskan.
Lepaskan.
Lepaskan.
Bangkitlah.

Kalau kau sepi, sedih, dan menangis panggil aku. Biar ku tepuk punggungmu. Biar ku rangkul tubuhmu. Aku ada disampingmu.

Pengalaman Seleksi Beasiswa Astra 1st (PT Astra International Tbk)

Hi kalian semua! Gue akan berusaha untuk ceritain pengalaman gue tes beasiswa Astra 1st. Gue buat ini karna dulunya juga gue terbantu sama r...